Arsip untuk Gempa kategori

Lokasi Gempa

Posted in Gempa on Mei 4, 2008 by ucul200488

Lokasi dan kerusakan yang diakibatkan

Lokasi gempa

Lokasi gempa menurut Badan Geologi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia terjadi di koordinat 8,007° LS dan 110,286° BT pada kedalaman 17,1 km. Sedangkan menurut BMG, posisi episenter gempa terletak di koordinat 8,26° LS dan 110,31° BT pada kedalaman 33 km. USGS memberikan koordinat 7,977° LS dan 110,318 BT pada kedalaman 35 km. Hasil yang berbeda tersebut dikarenakan metode dan peralatan yang digunakan berbeda-beda. Secara umum posisi gempa berada sekitar 25 km selatan-barat daya Yogyakarta, 115 km selatan Semarang, 145 km selatan-tenggara Pekalongan dan 440 km timur-tenggara Jakarta. Walaupun hiposenter gempa berada di laut, tetapi tidak mengakibatkan tsunami. Gempa juga dapat dirasakan di Solo, Semarang, Purworejo, Kebumen dan Banyumas. Getaran juga sempat dirasakan sejumlah kota di provinsi Jawa Timur seperti Ngawi, Madiun, Kediri, Trenggalek, Magetan, Pacitan, Blitar dan Surabaya.

Gempa susulan

70% rumah di kecamatan Jetis rata dengan tanah

70% rumah di kecamatan Jetis rata dengan tanah

Gempa susulan terjadi beberapa kali seperti pada pukul 06:10 WIB, 08:15 WIB dan 11:22 WIB. Gempa bumi tersebut mengakibatkan banyak rumah dan gedung perkantoran yang rubuh, rusaknya instalasi listrik dan komunikasi. Bahkan sampai H + 7 sesudah gempa, banyak lokasi di Bantul yang belum teraliri listrik. Gempa bumi juga mengakibatkan Bandara Adi Sutjipto ditutup sehubungan dengan gangguan komunikasi, kerusakan bangunan dan keretakan pada landas pacu, sehingga untuk sementara transportasi udara dialihkan ke Bandara Achmad Yani Semarang dan Bandara Adisumarmo Solo.

Seorang bapak diantara puing - puing rumahnya

Seorang bapak diantara puing – puing rumahnya

Gedung-gedung yang rusak parah

  • Mall Shapir Square mengalami kerusakan parah di lantai 4 dan 5 yang tembok depan Mall lantai tersebut roboh hingga berlubang dan menimpa teras Mall yang sebagian ikut roboh.
  • Mall Ambaruko Plaza mengalami kerusakan tidak terlalu parah. Beberapa bagian tembok terlihat retak-retak dan terkelupas.
  • GOR Universitas Ahmad Dahlan mengalami kerusakan parah. Atap GOR roboh dan hanya tersisa tembok di sisi-sisinya.
  • STIE Jl. Parangteritis kerusakan sangat parah.

Situs kuno dan lokasi wisata yang rusak

  • Candi Prambanan mengalami kerusakan yang cukup parah dan ditutup sementara untuk diteliti lagi tingkat kerusakannya. Kerusakan yang dialami candi prambanan kebanyakan adalah runtuhnya bagian-bagian gunungan candi dan rusaknya beberapa batuan yang menyusun candi
  • Makam Imogiri juga mengalami kerusakan yang cukup parah. Beberapa kuburan di Imogiri amblas, lantai-lantai retak dan amblas, sebagian tembok dan bangunan makam yang runtuh, juga hiasan-hiasan seperti keramik yang pecah.
  • Salah satu bangsal di Kraton Yogyakarta, yaitu bangsal Trajumas yang menjadi simbol keadilan ambruk.
  • Candi Borobudur yang terletak tak jauh dari lokasi gempa tak mengalami kerusakan berarti
  • Obyek Wisata Kasongan mengalami kerusakan parah saperti Gapura Kasongan yang patah di kiri dan kanan gapura dan ruko-ruko kerajinan keramik yang sebagian besar rusak berat bahkan roboh.

 

kondisi gempa

Posted in Gempa on Mei 4, 2008 by ucul200488

Kondisi Warga FLP Yogyakarta Pasca Gempa

Sabtu pagi 13 hari yang lalu, 29 Rabi’ul Tsani 1427 (27 Mei 2006) pukul 05.53 WIB, sebagian orang masih terlelap, bermalas-malasan, memulai kegiatan, dan sebagian yang lain sudah beraktivitas di luar rumah. Hingga goncangan itu terjadi. Banyak yang berhamburan keluar, namun ada juga yang tetap bertahan di dalam karena kaki terasa sangat sulit untuk menapaki lantai. Goncangan terasa begitu kuat dengan durasi yang cukup lama.

Setelah goncangan berhenti, ramai-ramai pada menghubungi/dihubungi keluarga yang ada di luar kota. Ternyata keluarga yang tinggal cukup jauh dari Yogyakarta pun juga dapat merasakannya.

Awalnya ada yang mengira-ira ini karena ulah Sang Merapi yang berdiri angkuh di utara sana. Oh, bukan. Ini terlalu besar. Terlalu lama. Terlalu jauh jangkauan getarannya. Ini pasti tektonik. Dari arah yang biasa menimbulkan gempa di sini. Dari laut selatan. Ini mungkin dari sana.

 

Tak disangka, korban jiwa begitu besar jumlahnya. Ternyata bencana besar itu juga terjadi di sini, bukan hanya di pulau seberang yang jauh di mata, yang hanya dapat disaksikan melalui layar TV ataupun media cetak. Di sini. Di tanah ini.

Teringat akan “10.5″. Sebuah film tentang rangkaian beberapa gempa besar yang terjadi dalam satu hari hingga mengubah peta geografis, membelah pulau. After-shock (kita menyebutnya sebagai gempa susulan) selalu mengalami peningkatan kekuatan getaran dibanding gempa sebelumnya. Akhirnya, gempa utama terjadi di kali yang terakhir dengan kekuatan 10,5 R. Maaf, bukan bermaksud untuk menambah kecemasan.

Korban gempa

Posted in Gempa on Mei 4, 2008 by ucul200488

2.800 Warga Korban Gempa Yogyakarta Mengadu

 

Yogyakarta (ANTARA News) – Sebanyak 2.800 warga korban gempa bumi 27 Mei 2006 mengadu ke Pemerintah Kabupaten (pemkab) Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), karena mereka merasa tidak puas akan hasil pembagian dana rekonstruksi.

Menurut Kepala Bagian Adminstrasi Pembangunan Bantul, Didik Warsito, di Yogyakarta, hingga hari terakhir dibukanya posko pengaduan pada Jumat, warga masih terus berdatangan untuk mengadukan nasibnya, baik dengan cara berkelompok, maupun satu per satu.

“Kebanyakan aduan yang masuk menginginkan `naik kelas` dari kategori rusak ringan yang mendapat bantuan satu juta rupiah menjadi rusak sedang dengan besar bantuan empat juta rupiah setiap Kepala Keluarga (KK),” katanya.

Ia mengatakan, setelah penutupan ini diharapkan tidak ada lagi aduan yang masuk agar masalah rekonstruksi segera terselesaikan.

Selanjutnya, pemkab bersama jajaran terkait akan menindaklanjuti aduan itu dengan melakukan verifikasi.

Pemkab tidak menentukan kuota penerima bantuan hasil verifikasi tersebut, sehingga korban gempa yang terbukti berhak menerima bantuan, akan diupayakan mendapatkannya.

Tetapi, mengenai jumlah dan asal dana yang disiapkan pemkab, menurut dia, sampai saat ini belum diketahui secara pasti, karena kebijakan sepenuhnya ada di tangan Buapti Bantul, Idham Samawi.

Sementara itu salah seorang pengadu, Ny Adi Taryono (58), warga Dusun Bantulan, Desa Gilangharjo, Kecamatan Pandak, berharap, anaknya yang sudah berkeluarga memperoleh jatah dana rekonstruksi.

“Dalam satu rumah kami ditempati oleh tiga keluarga, tetapi hanya saya sendiri yang memperoleh jatah,” katanya.

Wanita yang ditinggal mati suaminya dalam gempa bumi berkekutan 5,9 pada Skala Richter tersebut merasa kecewa karena sebelumnya ia tidak memperoleh konfirmasi mengenai pendataan yang tidak mencantumkan nama anaknya itu.(*)