Arsip untuk Tanah Longsor kategori

Penyebab Tanah Longsor

Posted in Tanah Longsor on Mei 4, 2008 by ucul200488

Faktor-faktor Penyebab Tanah Longsor

Pada prinsipnya tanah longsor terjadi bila gaya pendorong pada lereng lebih besar dari gaya penahan. Gaya penahan umumnya dipengaruhi oleh kekuatan batuan dan kepadatan tanah. Sedangkan gaya pendorong dipengaruhi oleh besarnya sudut kemiringan lereng, air, beban serta berat jenis tanah batuan.   Ancaman tanah longsor biasanya terjadi pada bulan November, karena meningkatnya intensitas curah hujan. Musim kering yang panjang menyebabkan terjadinya penguapan air di permukaan tanah dalam jumlah besar, sehingga mengakibatkan munculnya pori-pori atau rongga-rongga dalam tanah, yang mengakibatkan terjadinya retakan dan rekahan permukaan tanah.   

Pada waktu turun hujan, air akan menyusup ke bagian tanah yang retak sehingga dengan cepat tanah akan mengembang kembali. Pada awal musim hujan dan intensitas hujan yang tinggi biasanya sering terjadi kandungan air pada tanah menjadi jenuh dalam waktu singkat.

Hujan lebat yang turun pada awal musim dapat menimbulkan longsor, karena  melalui tanah yang merekah air akan masuk dan terakumulasi di bagian dasar lereng, sehingga menimbulkan gerakan lateral.

Dengan adanya vegetasi di permukaannya akan mencegah terjadinya  tanah longsor, karena air akan diserap oleh tumbuhan dan akar tumbuhan juga akan berfungsi mengikat tanah.   

Lereng atau tebing yang terjal terbentuk akan memperbesar gaya pendorong. Kebanyakan sudut lereng yang menyebabkan longsor adalah 180 derajat, apabila ujung lerengnya terjal dan bidang longsorannya mendatar.

Antisipasi

Posted in Tanah Longsor on Mei 4, 2008 by ucul200488

Antisipasi itu bukanlah sebuah ramalan

Begitu banyak informasi yg mungkin mengakibatkan salah pengertian. Salah satunya adalah pengertian ramalan, antisipasi, earlywarning (peringatan dini) dan istilah kebencanaan yang lain yg berasal dari beberapa tulisan yg ditulis oleh para ahli kebumian.

Hampir semua ahli kebencanaan alam (gempa, tanah longsor, banjir dll) sering menggunakan antisipasi akan datangnya sebuah kejadian bencana, banyak yg menyebutkan juga istilah gempa 100 tahunan, gempa 50 tahunan, atau 250 tahunan, berikutnya nanti gempa bulanan dan harian Hal ini juga berlaku bagi banjir 50 tahunan, 100 tahunan dsb.

Apa iya kalau sudah terjadi kejadian bencana yg disebutkan sebagai bencana 100 tahunan, maka kejadian lainnya yang besarnya sebesar 100 tahunan baru akan terjadi 100 tahun lagi ?
Bukan begitu tentu maksudnya…. karena gejala yg sebesar 100 tahunan bisa saja terjadi dalam kurun waktu kurang dari 100 tahunan …. Salahsatunya seandainya ada sebuah periodisitas yg munculnya lebih lama dari 100 tahunan …. wah bikin mumeth ya ?

Antisipasi itu mempunyai selang waktu juga periodisasinya hanya berdasarkan catatan yg sudah ada saja, baik catatan sejarah maupun catatan di alam. Gempa yang besarnya seperti gempa 100 tahunan bisa saja terulang dalam waktu 10 tahun berikutnya. Hal ini seperti yang terjadi di Chile menurut Pak Danny Hilman Natawijaya peneliti gempa-bumi di Indonesia. Belajar dari zona subduksi di Pacifik (Kamtchaka – Chile), pernah terjadi 7 gempa besar hanya dalam kurun waktu 10 tahun, dari 1955 – 1965.
Nah yg terpenting adalah pengenalan daerah-daerah potensial bencana. Pengenalan daerah-daerah yg memiliki peluang besar mengalami bencana. Kenalilah daerah sekelilingmu. Ketahui potensi bencana apa yg ada disekitarmu. Dan yg lebih penting lagi, kalau terjadi kemana harus menyelamatkan diri.

Jadi jangan tunggu ramalan ya !
Antisipasi itu mengajak kita untuk selalu waspada.

Korban Tanah Longsor

Posted in Tanah Longsor on Mei 4, 2008 by ucul200488
Tujuh Korban Tanah Longsor Karanganyar Ditemukan
Dengan demikian hingga pukul 14.30 WIB, jumlah korban yang sudah ditemukan sebanyak 24 orang dari 37 korban yang tertimbun tanah longsor di daerah ini.

Evakuasi pencarian korban tanah longsor menggunakan dua alat berat dan dibantu anggota TNI, Polri, Brimob, partai politik, serta warga sekitar tanah longsor.

Bupati Karanganyar Rina Iriani SR menyaksikan langsung proses evakuasi korban yang hingga Jumat siang masih berlangsung. Pada evakuasi Jumat (28/12) sampai pukul 14.300 WIB ditemukan tujuh orang meninggal sehingga hingga kini yang telah ditemukan 24 orang, semuanya meninggal dunia.

Tujuh korban yang ditemukan itu yakni Bejo, 50, Harsi, 32, Mujinem, 39, Latif (delapan bulan), Muryani, 24, Parni, 27, dan Machmud, 3.

“Setiap ada korban yang ditemukan, jenazahnya langsung kami serahkan kepada keluarga dan juga langsung dimakamkan,” kata Rina Iriani SR.

Penncarian korban tanah longsor ini memang cukup berat karena hanya menggunakan dua alat berat berukuran kecil, sementara timbunan tanah langsor kedalamannya hingga tujuh meter.

“Cukup sulit untuk mencari korban karena korbannya berada di bawah rumah yang tertimbun tanah sampai tujuh meter,” katanya.

Mengenai bantuan, ia mengatakan terus mengalir baik untuk makanan, air mineral, dan lain-lain yang berasal dari masyarakat dan dari Gubernur Jawa Tengah Rp20 juta, Bakornas Rp50 juta, Bank Indonesia Rp100 juta, Bank Rakyat Indonesia Rp10 juta. (Ant/OL-03)