Korban banjir

Korban Banjir Padati RS

Pasien anak-anak yang terkena penyakit diare dan tidak tertampung di kamar perawatan, memenuhi lorong di RSUD Tarakan, Jakarta Pusat, Senin (12/2). Pascabanjir di Jakarta, banyak warga, terutama balita yang terserang penyakit diare. RSUD Tarakan menerima hingga 40 pasien baru per hari dari kondisi normal rata-rata 10 pasien per hari. [Pembaruan/Ruht Semiono]

[JAKARTA] Berbagai penyakit mulai menyerang warga pascabanjir besar di Jakarta. Berdasarkan laporan dari sejumlah rumah sakit serta tempat pengsungsian, penyakit diare, gangguan kulit dan leptospirosis (penyakit akibat terinfeksi virus dari kencing tikus) menjangkiti para korban banjir.

Kondisi tubuh yang lemah serta kotornya lingkungan membuat para korban banjir rentan terserang penyakit. Akibatnya, pasien di sejumlah rumah sakit di Jakarta pun melonjak tajam.

Di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Budhi Asih, Jakarta Timur, misalnya, pada Senin (12/2) pagi, fasilitas perawatan yang sedianya untuk pasien demam berdarah dengue (DBD), dipenuhi korban banjir yang terserang penyakit. Lebih dari 50 pasien baru yang menderita penyakit pascabanjir.

Menurut Humas RSUD Budhi Asih Hamonangan Sirait, pihaknya masih bisa menampung pasien-pasien tersebut dengan fasilitas yang tersedia.

Penyakit yang paling banyak diderita pasien pascabanjir adalah infeksi saluran pernafasan akut (ISPA), diare dan DBD .

Korban banjir lainnya juga dirawat di RSUD Pasar Rebo, Jakarta Timur. Pada Senin, pasien banjir yang terkena DBD sebanyak 52 orang. Sedangkan untuk pasien diare, sebanyak 47 orang.

Di RSUD Tarakan, Jakarta Pusat, jumlah pasien diare mencapai 138 orang, sebagian besar anak-anak. Banyaknya pasien menyebabkan sebagian harus dirawat di selasar. Selain diare, penyakit lain yang banyak diderita pasien adalah flu, gatal-gatal, dan leptospirosis.

Di RS Persahabatan, Jakarta Timur, sebagian pasien baru ditempatkan di tempat tidur tambahan di selasar rumah sakit. Karena keterbatasan tempat tidur kini satu tempat tidur lipat tambahan ditempati dua pasien anak. Bahkan tidak sedikit pasien yang harus berpindah-pindah membawa botol infus.

Kondisi serupa juga terjadi di RS Koja, Jakarta Utara. Hingga Minggu (11/2) siang, ada 340 pasien dan 137 pasien di antaranya menderita diare. Sisanya menderita DBD.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: